Polres Bengkulu Utara Lakukan Pemantauan Lanjutan, Harga dan Pasokan Beras Masih Kondusif

TBnews, ARGA MAKMUR – Untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi, Polres Bengkulu Utara terus melakukan pemantauan perkembangan harga dan ketersediaan beras di wilayah hukumnya. Hingga pertengahan Januari 2026, hasil pengawasan menunjukkan kondisi harga dan pasokan beras di Kabupaten Bengkulu Utara masih dalam keadaan stabil.

Pemantauan dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bengkulu Utara dengan turun langsung ke lapangan, Selasa (14/1/2026). Sejumlah pedagang di Pasar Purwodadi Arga Makmur serta distributor beras di Kecamatan Arga Makmur menjadi sasaran pengecekan.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu Utara, IPDA Derik Dwi Saputra, S.H., menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi kenaikan harga maupun kelangkaan beras di pasaran.

“Berdasarkan hasil pengecekan, harga beras masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pasokan juga tersedia dan distribusi berjalan normal,” jelasnya.
Adapun harga beras yang terpantau di lapangan antara lain beras SPHP berada di kisaran Rp12.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras premium Rp14.900 per kilogram.

Selain memastikan harga tetap wajar, petugas juga menelusuri ketersediaan stok di tingkat distributor guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi.

Dari hasil pengecekan tersebut, stok beras dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

IPDA Derik menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan pengawasan secara berkala guna mencegah terjadinya penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.

“Polres Bengkulu Utara berkomitmen menjaga stabilitas pangan sebagai bagian dari upaya mendukung perekonomian daerah dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *