Awal Tahun 2026, Polres Bengkulu Utara Pastikan Harga dan Stok Beras Tetap Aman

TBnews, ARGA MAKMUR – Mengawali tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Utara memastikan stabilitas harga dan ketersediaan beras di wilayah hukumnya tetap aman dan terkendali. Kepastian tersebut diperoleh melalui kegiatan pemantauan yang dilakukan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bengkulu Utara di Kota Arga Makmur, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan pemantauan dipimpin langsung oleh Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu Utara, IPDA Derik Dwi Saputra, S.H., dengan menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari pedagang eceran di Pasar Purwodadi Arga Makmur hingga gudang distributor beras di wilayah Kecamatan Arga Makmur.

Harga Beras Tetap Terkendali
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga beras di tingkat pedagang masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni:
Beras SPHP Rp12.500 per kilogram
Beras medium Rp13.500 per kilogram
Beras premium Rp14.900 per kilogram

“Kami memastikan tidak ada lonjakan harga pasca perayaan Tahun Baru. Dari hasil pemantauan hari ini, harga beras di wilayah Arga Makmur masih stabil dan sesuai ketentuan,” ujar IPDA Derik.

Stok Beras Aman di Awal Tahun 2026
Selain memantau harga, Unit Tipidter juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan stok beras di tingkat pedagang dan distributor. Hasilnya, stok beras dipastikan mencukupi dan distribusi berjalan lancar.

IPDA Derik menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras, karena pasokan masih aman dan terkendali.
“Masyarakat kami imbau agar tetap berbelanja secara wajar. Stok beras di Bengkulu Utara saat ini aman dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di awal tahun 2026,” jelasnya.

Dukung Stabilitas Ekonomi Daerah
Pemantauan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Bengkulu Utara dalam mendukung pengendalian inflasi daerah serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“Kami akan terus melakukan pengawasan secara rutin agar stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Bengkulu Utara tetap terjaga,” pungkas IPDA Derik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *